salam hangat untuk para pengunjung,kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita tentang seorang santri di pondok pesantren,untuk itu lansung saja di baca ceritanya di bawah ini:
Setiap pagi semua para santri
selalu mengerjakan aktifitas rutinitasnya yang sudah tidak asing lagi untuk
para santri di pondok pesantren,mulai dari sholat berjamaah,makan,sekolah,mengaji,dan
mengerjakan kewajiban yang harus di selesaikan secara pribadi.
Suatu ketika di pondok pesantren
sedang mengadakan kenaikan tingkat untuk para santri yang bisa lulus dari ujian
yang di berikan oleh guru besarnya,namun sebelumya para santri harus membaca
pelaturan yang sudah di terapkan dan di sah kan oleh guru besarnya dan untuk
itu mereka para santri harus lebih memahaminya.
Seiring berjalan nya waktu,kini
tiba lah hari yang para santri di tunggu
–tunggu adalah kenaikan tingkat pendidikan selain itu,karna sebelumnya guru
besar ini sudah menetapkan siapa saja yang harus mengikuti ujian ini tentu
untuk lebih fokusnya terhadap murid yang sudah di tunjuk dulu lah yang harus
mengikuti ujian ini.Murid yang di maksud oleh guru tersebut merakalah ber empat
di antaranya ada Zaenal,Zaki,Ahmad,Khan,dari mereka ber empatlah yang di ijin
kan untuk mengikuti ujiannya dan tentu bagi mereka ini adalah suatu kehormatan
yang musti mereka gunakan sebaik-baiknya.Pada saat ingin di mulai ujian mereka berempat di perintahkan
untuk membawa seekor ayam dan pisau yang sangat tajam dan sesuadah itu
mendengarkan intruksi yang akan di sampaikan oleh guru besarnya.
Ketika mereka semua sudah
memegang ayam dan pisau tajamya langsunglah mereka menghadap ke guru besarnya
untuk mendengarkan intruksinya.Guru yang berpenampilan layaknya seorang kyai
atau ulama mengahampiri mereka dan langsung member salam”Assalamualaikum”,lalu
mereka menjawab”wa’alaikum salam”,lanjut gurupun bertitah”kalian adalah murid
yang baik dan pintar,tentu kalian sudah tau maksud dan tujuan saya menunjuk
kalian untuk hadir di kegiatan ini,dengan kalian membawa seekor ayam dan pisau
tajam itu,saya memerintahkan kalian untuk menyembelih ayam itu dengan dua
syarat yaitu jangan ada sampai yang melihat kalian sedang menyembelih ayam itu
dan waktu untuk penyembelihan adalah 1x24 jam dan hasilnya lansung saya akan
kabarkan di hadapan kalian.siapa kah yang lolos dalam ujian ini”,guru yang
kelihatan tersenyum memandangi mereka dan langsung meninggalkan mereka.
Setelah mendapat kan intruksi
yang singkat itu mereka ber empat langsung bergesas mencari tempat yang
strategis untuk menyembelih ayam tersebut.Bagi zaenal ini adalah ujian yang
sepele dan dia menyakini dia bakalan lulus dari ujian yang mudah ini dan begitu
pun dengan prasangka yang di alami ahmad dan khan bagi mereka berdua ini hal
yang mudah dan pastinya mereka lulus,namun zaki merasa belum yakin dengan apa
yang akan dia lakukan untuk bias mematuhi perintah gurunya.
Menjelang pagi dan sehabis sholat
subuh berjamaah mereka berempat di kumpulkan di aula pertemuan para
santri.Tibanya guru besar berjalan mendekati mereka lalu sebelum mengutarakan
kata-kata dia memberi salam sejenak kepada muridnya itu”assalamualaikum”,lalu
mereka menjawab”wa’alaikum salam”.Setelah itu gurupun bertanya”bagaimana,kalian
sudah menjalini apa yang saya perintahkan kepada kalian”,mendengar pertanyaan
tersebut si zaenal,ahmad,dan khan menjawab”sudah tuan guru”,walaupun si zaki
hanya tersimpu diam tidak berkata apa-apa lalu gurupun bertanya kepada zaenal
terlebih dahulu”kamu zaenal,dimana kamu sembelih ayam itu?”,lalu zaenal
menjawab”saya sembelih ayam itu di gudang belakang samping TU dan saya pasti
yakin di situ tidak ada siapapun yang
melihat”,kemudian gurunya pun tersenyum dan berkata”bagus kalo begitu,dan kamu ahmad,Dimana
kamu menyembelih ayam itu?”,kemudian
ahmad menjawab secara tegas”saya menyembelih ayam itu di malam hari di gedung
atas sekolah.Dan saya lebih yakin kalo di sana tempat yang aman dan tidak ada
yang melihat”,tersenyum lagi gurunya pun langsung bertanya kembali kepada khan”untuk
kamu sendiri di mana kamu sembelih ayam itu,khan?”,dengan semagatnya khan
menjawab “tenang guruku,saya mengambil lokasi yang tentu tidak ada satupun yang
melihat yaitu di dalam toko yang sudah tidak di pakai itu “,kemudian guru pun
melihat kearah pandangan si zaki dan bertanya”untuk kamu bagaimana zaki,apakah
kamu sudah menyembelih ayam itu”,lalu dengan tersimpuh malu dia menjawab”maaf tuan guru saya belum menyembelih ayah tersebut”,mendengar
jawaban si zaki teman-temanya tertawa dan mengelekan kepala dan disisi lain
guru pun ingin mengetahui apa alasanya si zaki tidak menyembelih ayam tersebut”saya
ingin tau alasan kamu,kenapa kamu tidak menyembelih ayam itu?”,lalu zaki pun
menjelaskanya”sebelumnya saya mohon
maaf,saya siap untuk di ikut sertakan kembali kalau pun seandainya
penjelasan saya ini kurang masuk akal,namun maksud saya tidak demikian.kenapa
saya tidak menyembelih ayam tersebut,karna saya mencari dari semua tempat di
pondok pensantren ini tidak ada tempat yang strategis untuk menyembelih ayam di
tambah lagi jangan sampe ada yang liat,saya berkeyakinan bawasanya di mana pun
saya menyembelih ayam itu pasti ada yang melihat walaupn saya di bawah tanah
pun masih ada yang melihat,yang selalu melihat dan memperhatikan saya di mana
pun saya berada adalah ALLAH S.W.T.mungkin ini penjelasan yang bisa saya
utarakan kepada tuan guru”,begitu mendengar penjelas si zaki guru pun memegang
kepalanya zaki sambil tersenyum dan berkata”kamu lulus dalam ujian saya
ini,selanjutnya untuk kalian ahmad,khan,zaenal bukan berarti kalian gagal dan
putus asa akan tetapi saya mengarapkan kalian harus lebih semangat lagi
belajarnya,tidak menutup kemungkinan kalian akan bernasib sama dengan zaki ini”,mendengar
sedikit nasehat merekapun akhirnya memahami maksud dan tujuan ujian kali ini.
sekian cerita yang telah saya posting di blog ini,mungkin sedikit ada nasehat dan hikmah yang bisa kita peroleh dari cerita di atas yaitu"selalu mencerna kembali perkataaan seseorang dan selalu ingat dengan apa yang kita perbuat pasti ada yang selalu mengintai kita"




0 Comments