expectations of the sun


"Assalamualaikum selamat membaca,dan semoga artikel ini bermanfaat"



salam sejahtera untuk kita semua,kali ini saya ingin berbagi karya cerpen yang mungkin sedikit memberi pesan bagi pembaca dan mengingatkan kepada pembuat sendiri juga,mungkin lansung aja ketopik ceritanya:

Setiap orang tua pasti mempunyai harapan dan cita-cita yang tinggi kepada anaknya sehingga untuk mengapainya sebuah cita-cita orang tua itu rela dan tak kenal lelah untuk menwujudkanya,namun di samping itu untuk orang tua harus lebih mengedepan kan akhlak dan kewajiban-kewajiban yang harus di ketahui oleh setiap anak,untuk itu  ada sedikit cerita yang mungkin masuk dalam kutipan sebelumnya ini:

Di ceritakan ada sebuah keluarga yang mempunyai 4 orang anak yang memiliki kemampuan yang berbeda,mereka di beri nama oleh orang tuanya dengan nama yang bagus-bagus diantaranya ada jidan,jaenal,indah dan arifin mungkin dengan harapan mereka semua dapat membahagiakan orang tuanya kelak di saat sudah tidak lagi mampu untuk bekerja.
Setiap hari mereka di beri fasilitas yang sama tidak ada yang membedakan mulai dari sekolah hingga hiburan yang mereka dapati dari orang tuanya,namun suatu ketika orang tua dari pihak ayah menginginkan anak-anaknya di suatu saat nanti bisa menjadi orang yang sukses bahkan mampu melebihi ayahnya.Di sini mereka ber empat mempunya cita-cita yang berbeda dengan harapan dapat mengwujudkan cita-cita orang tuanya.
Dari ke empat anak ini mempunyai kemampuan  yang ber beda untuk si jidan sendiri sudah terliat dengan rangking dia di sekolah sangat memuaskan orang tuanya dari setiap mata peajaran ada mata pelajaran yang tak pernah absen nilai tertingginya yaitu IPA(ilmu pengetahuan alam),dan untuk si jaenal sudah mempunyai proyek kecil-kecilan seperti UKM(usaha kecil menengah)yang sudah hamper banyak coustemer yang percaya dengan dirinya walaupun boleh dibilang dia masih remaja,dan si indah ini masih mengedepankan pendidikan agamanya  sehiga pada akhirnya dia ingin berniat menimba ilmu di pesantren dan untuk si arifin adalah seorang yang bercita-cita ingin menjadi dokter yang sama seperti kakaknya,maka dari itu naila sangat rajin belajar agar bisa meraih cita-citanya itu.
Beberapa tahun telah berlalu,dari ke empat anak ini  sudah tumbuh dewasa dan hampir semuanya menjadi orang sukses ,ayah dan ibu nya yang sudah tergolong tua dan tidak mampuh lagi untuk bekerja dan mungkin hanya mengharapkan bantuan kepada anak-anaknya.Suatu saat ibu yang sedang masak sayur sop memangil si jidan”jidan,kemari nak…ibu minta tolong....”,mendengar pangilan ibunya si jidan hanya member kode ke ibunya agar menyuruh ke anak yang lain,karna saat itu dia sedang di telpon oleh pasienya.Namun apalah daya ibu hanya bersikap heran kepada jidan dan saat itu si indah dantang menghampiri ibu dan berkata”ibu biar aku aja yang beli bumbu-bumbu masakanya…mungkin kakak lagi sibuk”,lalu ibu memberikan uangnya kepada indah.Sehabis selesai masak ibu mengajak anak-anaknya dan ayah untuk makan siang bersama akan tetapi  jidan dan jaenal lebih memilih makan di luar rumah dengan alasan yang simple”maaf  ibu ayah… aku  ada rapat di kantor jam 1 mungkin aku makan di luar rumah saja”,ucap jaenal  kepada orang tuanya dan begitupun jidan”ibu ayah…aku juga ingin langsung berangkat ke kantor karna ada pasien yang ingin konsultasi soal penyakitnya”,ucap jidan.Ketika jidan dan jaenal pergi meninggal kan rumah orang tuanya merasa sedih dengan keadaan yang sudah berubah,lalu ibu berkata “dulu kalian masih ingin becanda dan makan bersama di rumah,bahkan dulu ibu sempat ketika di kantor ingin sekali cepat-cepat sampai  dirumah agar ibu bisa meliat senyum anak-anak ibu, mungkin ayah kamu ini juga merasakan apa yang ibu rasakan”,ujar ibu sambil memegang tangan ayah”memang ayah juga sama merasakan apa yang ibu rasakan saat ini,tapi ya sudahlah kalian sudah dewasa dan bisa berfikir baik”,lanjut ayah berbicara.
Mendengar  sedikit curhatan ibu dan ayah yang  pada saat itu ada indah dan arifin yang sedang duduk bersama,juga ter bawa suasana yang sedih.Tidak lama kemudian terdengar suara adzan yang menandakan waktu sholat dzuhur tiba,kemudian naila dan indah pun lansung bergegas merapikan meja makan dan langsung berangkat ke mushola,selesainya indah dan arifin melaksanakan sholat  indah mengajak adik nya untuk mengaji di mushola itu bersama ustadnya.Di sela-sela  mengaji indah bertanya kepada ustad tersebut”maaf pak ustad,aku ingin bertanya….apa yang sebenernya orang tua itu butuh kan dari seorang anak di saat anaknya sudah tumbuh dewasa?”,dengan itu ustadnya pun balik bertanya”apakah kamu sudah yakin kalo orang tua kamu sayang sama kamu?”,indah pun menjawab”tentu aku yakin ustad kalo orang tua aku sayang sekali dengan anak-anaknya,kalo mereka tidak sayang sama kita mungkin kita tidak ada di dunia ini”,lanjut ustad pun berkata”nah….pertanyaan kamu tadi sudah kamu jawab sendiri”,dengan rasa heran indah berbalik bertanya”maksudnya apa pak ustad?”,kemudian ustadpun menjelaskan”jadi untuk kita bisa meyakinkan kepada orang tua kita bahwa kita benar-benar sayang sama meraka adalah dengan kasih sayang bukan dengan selain itu,dan memahami apa yang sebenarnya di butuhkan oleh orang tua kita…jadi intinya seperti itu ya”,dengan senyum indah dan naila memahami penjelasan ustazahnya.


mungkin sampai di sini dulu cerita yang saya buat,semoga dari cerpen singkat ini kita bersama bisa saling memahami apa yang sebenarnya orang tua kita butuhkan pada saat mereka sudah lanjut usia.Dan pada intinya kita bisa membuat orang tua tersenyum




Do not forget to follow my instagram and facebook


Post a Comment

0 Comments