Go Green for the heal

assalamualaikum WR.WB
  sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah berkenan untuk mengunjungi blog saya ini,dan mungkin pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit cerita hasil karya saya sendiri,semoga bermaanfaat.
langsung selamat membaca :

Didalam kehidupan mahluk hidup pastilah membutuhkan sumber daya alam untuk melangsungkan kebutuhannya mulai dari kebutuhan jasmani dan rohani,mungkin dulu sempat merasakan udara yang sejuk dan nyaman,akan tetapi lain halnya di zaman ini sudah jarang sekali  merasakan udara yang sejuk seperti dulu.
Ada sebuah kisah yang menceritakan seorang anak lelaki yang ber usia 8 tahun,dia biasa di sapa oleh temannya dengan sebutan Fulan dan dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara.Ayahnya adalah seorang pekerja tukang kayu yang setiap hari musti menebang pohong untuk memenuhi kebutuhan pelangannya,disamping itu ayahnya fulan mempunyai keahlian otomotof yang mungkin karena ayahnya sudah terlanjur menjalani hidupnya menjadi seorang  peng espoler kayu maka ayahnya hanya bersyukur karna masih ada pekerjan yang bisa ia jalani.Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga dan sekali gus menjadi pedagan makanan ringgan[snack],ibunya sempat bercerita kepada fulan “lan kamu anak pertama yang mana kalau kamu sudah besar nanti akan menjadi contoh untuk adikmu,jadi kepingin ibu kamu rajin lah belajar dan rahilah cita-cita mu”.
Di pagi hari terdengarlah suara sahutan ayam yang menandakan hari sudah pagi,tepat pada pukul 04:00 ayah fulan sudah tebangun dari istirahat malamnya.ayahnya langsung mempersiapkan alat yang akan di bawa nanti,sambil menunggu jam 5 pagi ayahnya bertadarus membaca al-quran.Sampai pada saat terdengar suara azan ayahnya pun langung berangkat ke musolah untuk melaksanakan sholat subuh ber jamaah,ayahnya tidak lupa membangunkan fulan untuk berangkat ke musolah.Di setiap air yang mengalir di wajah fulan terasa sejuk ia rasakan,selesai ber wuduh ia melihat ada seekor kelinci putih yang sedang berjalan ke arah sungai,kemudian fulan beranjak menghampiri kelinci tersebut dan dia melihat kelinci itu sedang minum air yang ada di sungai itu karena tempat ia sholat tidak jahu dari sungai,”em..ini kelinci bagus juga dan cantik lagi bagai mana kalo aku merawatnya,tapi nanti dulu deh aku pingin sholat dulu”.Pikir si fulan,kemudian beranjaklah si fulan dari lokasi itu dan langsung pergi ke musholah.
Seiring waktu berganti dan tanpa meningalkan bekas.Selesai sholat fulan berdo’a dan langsung pergi ketempat di mana kelinci itu dia lihat tadi,”waduh.. mana nih kelincinya”.Sambil mencari di sekeliling sungai,sampai-sampai fulan ber putus asa mencarinya “mungkin kelinci itu sudah pergi ,aku kerumah sajalah mungkin kalo kelinci itu rezeki ku pasti akan ketumu lagi“.Ucap fulan,sampainya dirumah seperti biasa dia membantu ibunya membuka warung dagagannya,”ibu,tadi aku melihat ada kelinci putih cantik sekalih di pinggir sungai,kelinci itu niatnya mau ku pelihara,tapi sudah pergi”.cerita fulan kepada ibunya yang sedang memasak air,”yah..sudah enggak apa-apa mungkin nanti kamu ketemu lagi sama kelinci itu”.Ucap ibu,”tapi kalo nanti ketemu kelinci itu lagi dan aku pelihara di rumah boleh nggak?”.Fulan pun ber tanya,”boleh kok”.jawab ibu sambil tersenyum.Si fulan tersenyum dan bahagia.
Tepat pada pukul 06:00 pagi fulan sudah ber siap-siap untuk berangkat kesekolah,namun sebelum itu dia tidak lupa mandi,sarapan pagi dan ber pamitan kepada orang tuanya. Di perjalanan banyak sekali kendaraan yang melintas,mulai dari kendaraan ber roda 4 sampai roda 2 sudah banyak yang melintas di jalanan, udara pun sudah bergabung bersama asap-asap kendaraan dan pabrik-pabrik.Sesampainya fulan di sekolah dia sudah di sambut dengan sahabatnya,”hey ..fulan apa kabar?”.Tanya temannya yang ber nama Kurnia,”yah..ALHAMDULILLAH aku sehat,kalian semua gimana kabarnnya?”.tanya balik fulan sambil mengajak masuk kesekolah,”sehat juga”.jawab mereka,fulan mempunyai 3 sahabat yang setia dan selalu menolong jikalau fulan dalam keadaan kesuitan.Fulan terkenal di kelas 5 SD sebagai cowo yang ganteng dan manis,banyak sekali teman perempunya yang kepingin menjadi teman dekatnya,karena selain si fulan ganteng dan manis,dia pun orangnya cerdas.
Di saat pelajaran sudah ber langsung lama di mata pelajaran Ipa,ibu guru menerangkan tentang lingkungan sekitar”anak-anak,hidup pasti membutuhkan udara dan sebaginya,itu semuanya pasti ada ketergantungan antara mahluk sekitar dan alam,untuk hari ini ibu akan menjelaskan tentang   tumbuhan dan hewan,inti dari pelajaran ini kita harus mencintai alam,karena kalau kita kurang adanya perhatian untuk bumi kita ini ,khususnya di tumbuhan maka nanti manusia mendapatkan kerugian yang sangat besar,mulai dari pohon sebagai perserapan air,udara sebagai kebutuhan kita untuk bernafas,kalau itu semua tidak ada manusia di muka bumi ini tidak akan hidup,maka dari itu kalian harus  rajin –rajin menanam pohon supaya udara sekeliling kita bagus untuk kita hirup.mengerti kalian anak-anak...!”.Jelas seorang guru,”iya...bu guru”.Jawab serempak siswa dan siswi.Tiba lah istirahat sekolah,fulan dan sahabat dekatnya mulai membikin halako untuk membahas permasalahan yang tadi jelaskan oleh bu guru mereka entang lingkungan,”teman aku pingin bertanya kepada kalian semua,apakah kalian ingin membantu saya?”.tanya si fulan pada 3 sahabatnya dengan serius,”pasti dong kita akan membantu,ya kan nia?”.jawab si Ahmad dan bertanya pada si Nia,nia hanya mengancungkan jempol sambil menganguk kepala,”jadi begini,ayahku adalah seorang peng espoler kayu dan pastinya kerjanya nebangin pohon setiap harinya,jadi permasalahannya bagaimana supaya ayah aku berhenti bekerja menjadi peng espoler kayu?”.jelas dan bertanya si fulan,”begini lan,aku punya ayah yang kerjanya sebagai bos alat-alat kendaraan,bagaimana kalo ayah kamu kerja bersama ayah ku,tapi ayah kamu apakah tau tentang alat-alat kendaraan?”.Si Ahmad menjawab dan balik bertanya dengan serius,”eem...itu mah ayahku jagonya tentang otomotifkan?”.Jawab fulan  dan bertanya dengan semangat,”iya!”.Singkat Ahmad,”kalo gitu nanti saya tanya kan kepada ayahku,mudah-mudahan ayahku mau!”.Kata fulan,”Amin....”.Tidak terasan waktu istirahat sudah habis dan para siswapun sudah masuk kekelasnya masing-masing.
Siang pun tiba tepat pada pukul 12:00 siang para siswa di perkenankan untuk pulang ke rumah  masing-masing,”fulan jangan lupa yah,tawaranku”.tegur si Ahmad pada fulan sambil dia masuk kedalam mobil jemputanya,”iya..good bye”.jawab fulan sambil melambaikan tangan.Di perjalan untuk sampai di rumah sangat lah lumayan jauh,namun kalau dia memakai jalan pintas pastilah perjalanan makin terasa dekat,ketika berjalan melewati pohon-pohon dia melihat ada seekor kelinci  kecil yang sedang ber jalan menuju ke pohon,yang mana pohon tersebut sudah ada bolonganya dan di situlah ternyata kelinci itu hidup bersama keluarganya,”wah.. ternya kelinci ini sudah punya keluarga,aduh aku jadi kasihan melihat kelinci ini hidup di bawah pohon ini”.Katanya sambil melihat kelinci itu yang sedang ber kumpul,pada akhirnya dia punya insiatif kalau dia bakalan setiap hari berkunjung ke rumah kelinci ini untuk memberikan makanan,sebelum beranjak pulang kerumah dia mengelus-elus kelinci tersebut satu persatu dengan penuh kasih sayang.
Sampainya dia tiba di rumah ibu yang sedang melayani pelanggannya dia menghampirinya dengan bersalaman,kemudian dia langsung mengerjakan kewajibanya yaitu sholat zuhur dan ber do’a,seleai itu dia mengajak adik-adiknya ber main dan belajar.Setelah berapa lama adik-adiknya telah tidur terlelap karena  fulan telah menceritakan sebuah dongeng yang mengasyikan.Ketika ibunya sedang tidak sibuk si fulan langsung menghampiri ibunya,”ibu.. aku punya kabar gembira!”,kata fulan sambil tersenyum manis,”apa itu fulan,ceritakan?”.tanya ibu sambil merangkul fulan,”tadi di waktu aku sekolah,sahabatku si Ahmad menawarkan kepadaku,kalau ayahnya dia kepingin ayahku bekerja bersamanya,kan ayah fulan jago di bidang otomotif maka dari itu dia menawarkan kepada ayah fulan,jadi menurut ibu ginama?”.jelas fulan,”nanti ibu tanya kan kepada ayah mu yah”.jawab ibu,”terus tadi aku juga ketemu dengan kelinci yang tadi subuh ku lihat ternyata dia tinggal tidak sendirian akan tetapi dia hidup bersama keluarganya,dia tinggal di bawah pohon yang dekat sungai itu,jadi nanti mungkin aku akan setiap hari membawakan oleh-oleh untuk mereka makan,boleh nggak bu...?”. Tanya fulan,”boleh,tapi jangan terlalu lama yah..”.Jawab ibu,fualn pun senang mendengar jawaban ibunya.
Sore pun tiba tepat pada jam 5,fulan berkunjung ke tempat dimana kelinci itu tinggal,dia membawa sedikit sayur-sayuran seperti wortel,dan sawi.Sesampainya dia di rumah kelinci dia langsung di sambut oleh kelincinya dan di saat itu pun di memberikan sayuran yang dia bawa tadi dari rumahnya.Selagi memberikan makan tiba-tiba datang lah si Ahmad yang berlari menghampiri fulan,”hey..ternyata kamu di sini,aku cari-cari kamu lan,jadi gimana tentang tawaran ku itu untuk ayah kamu,aku udah bicarakan itu semua ke ayahku dan dia menjawab secepatnya”.Kata si Ahmad,”ooh iya kata ibu ku nanti dia bicrakan kepada ayah ku”.Kata fulan sambil tersenyum
Suara mesin gergaji mesin yang sedang merobohkan banyak pohon,”pak!ini pohonya dah siap tuk di bawa ”kata seorang mas-mas yang bertanya kepada ayah fulan,”oh..yah sudah coba langsung kita bawa sekarang saja,supaya tidak kehujanan,soalnya sudah mendung!”.kata ayah fulan.rintik-rintik suara air yang jatuh dari atas lagit yang bernaungan dengan awan yang sudah buram.Pak fulan yang sedang membawa kayu pesanan konsumenya tidak sengaja dia memberhentikan mobilnya dan melihat kearah jalanan,dan ternnya di depannya sedang terjadi banjir apabila mobil pak fulan menerobos banjir tersebut maka sebelum sampai di tempat tujuan mungkin mobilnya sudah mogok,”heh..Jianab mending kita telepon deh konsumen kita,bilang kalau arah menuju kerumahnya sedang di landa banjir”.Kata pak fulan,kemudian si Jainab pun langsung menghubungi konsumennya dan pada akhirnya konsumen itu mengiginkan kayu tersebut hari ini dan itu un tidak bisa di pending.Pak fulan pun mulai pusing mendengar jawaban dari pelangannya,”em..Gimana yah,caranya supaya hari ini bisa langsung mengantarkan kayu ini ketempat tujuaanya”.pikir pak fulan,”bagaimana kalau kita motong jalan pak?”.Tawar si Jainab,”baik lah kalau itu yang terbaik”.Jawab pak fulan sambil memegang kepalanya.
Sesampainya di lokasi konsumennya dia langsung memberikan barangnya dan meminta tanda terima,”pak ini tanda terimannya tolong di tanda tangani!”.Kata si Jainab sambil memberikan selembaran kertas dan pulpen,”oh..iya,terima kasih banyak yah,maaf merepotkan anda”.Kata konsumen tersebut,selesai mengantarkan barang pak fulan dan jainab kembali pulang ke tempatnya.
Tepat pada jam 8 malam ayah fulan sedah pulang dari kerjanya,ibu menyambut kedatangan ayah dengan membawakan segelas air hangat,”si fulan mana bu?”.Tanya ayah sambil melepsakan sepatunya,”itu ada,dia lagi belajar soalnya  dia ada PR dari gurunya”.Jawab ibu,selagi ayah sedang duduk istirahat ibu datang menghampiri ayah,”yah..tadi si fulan mendapatkan tawar dari temannya,katanya ayanya menewarkan pekerjaan untuk ayah”.Kata ibu sambil duduk di sofa berdampingan dengan ayah,”memang apa pekerjaanya?”.Tanya ayah dengan santai.”sebagai otomotif”.Jawab singkat ibu,”sebenarnya aku susah tuk melepaskan pekerjaanku yang lama ini,dan memang aku punya ke ahlian di bidang otomotif tapi mau gimana lagi aku sudah terlanjur bekerja sebagai tukang kayu espoler”.Jelas ayah dengan bawan kepala yang pusing,”yah ibu tau kalo ayah susah untuk meningalkan pekerjaan lama ayah itu,tapi ini mungkin tawaran ayah yang terbaik,tapi kalau ayah tidak menerima juga tidak apa-apa”.kata ibu sambil berlanjak pergi.
Tidak terasa waktu sudah  berganti pagi,mataharipun  sudah terbit dan menyinari permukaan bumi yang selalu memberikan kemamafaatan unutuk mahluk hidup di bumi ini.Si fulan yang seperti biasa pergi kesekolah melalui jalan raya namun untuk hari ini fulan tidak melaui jalan tersebut melaikan dia melewati jalan pintas,dia tidak sendiri melaikan bersama sahabat dekatnya dan di jalan pintas tersebut melewati rumah kelinci dan heranya si fulan melihat ada segelombolan bapak-bapak yang sedang membawa alat-alat berat seperti alat gergaji mesin,”lan itu bapak-bapak lagi pada mau ngapain berdiri di depan pohon si kelinci?”.tanya si Ahmad dengan heran,”iya itu,coba kita lihat kesana yuk,aku ada perasaan tidak enak nih”.kata si Fulan,tibanya di sana fulan melihat ada ayahnya yang sedang mempersiapkan alat pemotongnya,dan seketika itu pun fulan ber lari menghampiri ayahnya,”ayah mau pa ayah di sini,dan buat apa lat ini”tanya fulan sambil memegang alat pemotong pohon,”ayah dan teman rekan ayah akan memotong pohon ini”.jawab ayah sambil memegang kepala fulan,lalu fulan mulai bersedih mukanya merah,”ayah tolong jangan tebang pohon ini,apa ayah tidak kasihan dengan kelinci yang ber ada di dalam pohon itu,dia butuk tempat tinggal dan dia butuh kasih sayang,a..ayaah paham kan apa kata fulan ini”.kata fulan dengan lahut wajah yang bersedih sehinga meneteskan air mata,”ayah tahu ini adalah tempat tinggal mereka tapi mau gimana lagi ini adalah pekerjaan ayah dan ayah pun harus memenuhi kebutuhan konsumen ayah”,kata ayah ,”maaf ayah fulan ,aku ini sahabatnya fulan,aku kepingin memohon untuk jangan memotong pohon itu karena benar apa kata fulan kelinci-kelinci itu butuh tempat tinggal,sebenarnya kelinci itu sama seperti kita kalau seandainya rumah atau tempat tinggal kita di gusur oleh Satpol PP pasti itu sangat menyakitkan hati,apalagi di gusur secara paksa”.kata si Ahmad bermaksud mencoba meluluhkan hati ayahnya fulan,ayah fulan termenung sejenak dan si fulan semakin bersedih karena pohon kelincinya akan di tebang,”ayah,kita tinggal di negara indonesia yang terkenal akan tumbuh-tuhannya,kalau seandainya pohon-pohonan ini selalu kita tebang atau di rusak mukin negara kita akan terkena penasan global,ayah pernah bilang kalau indonesia merupakan paru-parunya dunia”.Tegas fulan kepada ayahnya,”mungkin itu benar apa yang telah di katakan oleh anak bapak,kalau seandainya kita memotong pohon tanpa menanam pohon kembali mungkin akan ber akibat fatal untuk negara kita,dan saya pun turut kasihan dengan kelinci ini kalau kita tebang ini pohon nanti kelinci ini akan tidak punya tempat tinggal yang yaman baginya”.kata Jainab sambil merangkul fulan,”ayah fulan gimana kalau bekerja bersama ayahku sebagai otomotif kendaraan?”.tanya Ahmad,”saya sebenarnya mau tapi gimana dengan pekerjaan lama saya ini”.kata ayah fulan,”ooh..tenang pak,kan bapak punya seketaris yang bisa di andalkan,dan untuk penjelasan ke bos nanti itu kami yang urus”.kata si Mahmud sambil menepuk bahu jainab.”terima kasih banyak mahmud atas perhatiaanya”.kata ayah sifulan dengan senyum.
Dan pada akhirnya teman dari ayah fulan memutuskan untuk tidak memotong pohon kelinci itu dan mereka pun membuat rancangan penanaman pohon khusus untuk di penebangan,ayah fulan yang mulai berganti posisi sebagai otomotif terus bejalan dengan lancar dan perusahaan yang di dirikan oleh ayahnya Ahmad menjadi susses besar dan pada akhirnya ayah fulan di angkat menjadi menejer di perusahaan tersebut.
Manusia hidup pasti ada pelindung diri untuk menjaga daya tahan tubuh,begitupun dengan bumi pastilah membutuhkan pelindungnya untuk bisa menahan dari sinar matahari,dengan rajin menjaga kelestarian alam di sekitar dapat menurunkan pemanasan global di muka bumi ini.







Post a Comment

0 Comments