MAKALAH
AQIDAH
DAN AKHLAK
Diajukan sebagai Tugas Mata
Kuliah Pendidikan Agama oleh Bpk.Shofyan Hadi

Disusun oleh :
1.
Jiyan Suhada
2.
Saiful Anam
3.
Budi Harto
4.
Fery Fanala
PROGRAM STUDI TEKNIK
INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
PAMULANG
JALAN
SURYA KENCANA NO. 01
KOTA
TANGERANG SELATAN, BANTEN
(021)
7412566
2016
Kata
Pengantar
Segala
puja puji syukur kita kehadiratan Allah S.W.T yang telah memberikan kita
beribu-ribu nikmat sehingga kita tidak bisa menghitung rezeki atau ke nikmatan
yang telah Allah S.W.T berikan kepada makhluk ciptaanya.
Dengan adanya pembuatan makalah ini
ber maksud untuk mencoba belajar memahami ilmu yang akan di bahas oleh makalah
ini,dengan judul “AQIDAH DAN AKHLAK”.setiap manusia pastilah ada salah dalam
memberikan atau memaparkan sebuah masalah,oleh karna itu kelompok kami memohon
maaf apabila ada salah kata dalam membuat makalah ini.
Semoga
dengan apa yang kami paparkan di makalah ini ber manfaat untuk kita semua yang
membacanya,dan ada pepatah mengatakan “ciri-ciri orang islam adalah ber ilmu
pengetahuan dan percaya diri,jangan lah merasa malu dengan ilmu yang kita
miliki”
\
I.
Pembahasan materi
A.
Pengertian aqidah
Dalam bahasa Arab aqidah berasal dari kata al-'aqdu
(الْعَقْدُ) yang berarti
ikatan, at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu
(اْلإِحْكَامُ) yang artinya
mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti
mengikat dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah (terminologi), akidah adalah iman yang
teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang
meyakininya
Aqidah
artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan.
Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan
keyakinan bukan perbuatan.
B. Pokok-pokok
aqidah
1. Bersaksi
(Syahadatain)
Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk Agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan atasnya
Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk Agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan atasnya
2. Beriman (Rukun
Iman)
Tentu dengan kita memeluk agama islam harus tahu dan ingat akan adanya
rukun iman,karna itulah sebagai pondasi agar keislaman seseorang akan lebih
kokoh.
3. Memahami sifat asmaulusna
Yaitu beriman kepada sifat-sifat-Nya, baik yang la tetapkan sendiri untuk-Nya maupun yang ditetapkan oleh Rasul-Nya.
Yaitu beriman kepada sifat-sifat-Nya, baik yang la tetapkan sendiri untuk-Nya maupun yang ditetapkan oleh Rasul-Nya.
4. Meyakini jalan para sahabat dan setelah para
sahabat dari Salafus Shalih dalam mengimani asmaul husna
C. Kedudukan aqidah
dalam islam
Dalam ajaran Islam,
aqidah memiliki kedudukan yang sangat penting. Ibarat suatu bangunan, aqidah
adalah pondasinya, sedangkan ajaran Islam yang lain, seperti ibadah dan akhlaq,
adalah sesuatu yang dibangun di atasnya. Rumah yang dibangun tanpa pondasi
adalah suatu bangunan yang sangat rapuh. Tidak usah ada gempa bumi atau badai,
bahkan untuk sekedar menahan atau menanggung beban atap saja, bangunan tersebut
akan runtuh dan hancur berantakan.
Maka, aqidah yang benar merupakan landasan (asas) bagi tegak agama (din) dan diterimanya suatu amal. Allah swt berfirman:
Maka, aqidah yang benar merupakan landasan (asas) bagi tegak agama (din) dan diterimanya suatu amal. Allah swt berfirman:
Artinya: “Maka
barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya (di akhirat), maka
hendaklah ia beramal shalih dan tidak menyekutukan seorang pun dalam beribadah
kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Kahfi: 110)
Dan
ALLAH S.W.T juga berfirman dalam Al-quran:
Artinya:”dan sungguh
telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelumu,bahwa jikaengkau
betul-betul melakukan kesyirikan,maka sungguh amalmu akan hancur,dan kamu bener-benar akan
termasuk orang-orang yang merugi”(Q.S.Az-zumar,65).
D. Pengertian akhlak dan ruang lingkup akhlak
Kata “akhlak” berasal dari bahasa arab yaitu ” Al-Khulk ” yang berarti tabeat, perangai, tingkah laku, kebiasaan, kelakuan. Menurut istilahnya, akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam
diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah
tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan. Dalam KBBI, akhlak berarti budi pekerti atau
kelakuan. Sedangkan menurut para ahli, pengertian akhlak adalah
sebagai berikut:
1.
Menurut Ibnu Maskawaih: Menurutnya akhlak ialah “hal li nnafsi
daa’iyatun lahaa ila af’aaliha min ghoiri fikrin walaa ruwiyatin” yaitu sifat
yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan
tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
2.
Menurut Abu Hamid Al Ghazali: Akhlak ialah sifat yang terpatri dalam
jiwa manusia yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan
senang dan mudah tanpa memikirkan dirinya serta tanpa adanya renungan terlebih
dahulu.
3.
Menurut Ahmad bin Mushthafa: Akhlak merupakan sebuah ilmu yang darinya
dapat diketahui jenis-jenis keutamaan, dimana keutamaan itu ialah terwujudnya
keseimbangan antara tiga kekuatan yakni kekuatan berpikir, marah dan syahwat
atau nafsu.
a.
Adapun ruang lingkup bidang studi
akhlak adalah:
1. Akhlak terhadap diri sendiri meliputi kewajiban terhadap dirinya disertai dengan larangan merusak, membinasakan dan menganiyaya diri baik secara jasmani (memotong dan merusak badan), maupun secara rohani (membirkan larut dalam kesedihan).
2. Akhlak dalam keluarga meliputi segala sikap dan perilaku dalam keluarga, contohnya berbakti pada orang tua, menghormati orang tua dan tidak berkata-kata yang menyakitkan mereka.
3. Akhlak dalam masyarakat meliputi sikap kita dalam menjalani kehidupan soaial, menolong sesama, menciptakan masyarakat yang adil yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadist.
4. Akhlak dalam bernegara meliputi kepatuhan terhadap Ulil Amri selama tidak bermaksiat kepada agama, ikut serta dalam membangun Negara dalam bentuk lisan maupun fikiran.
5. Akhlak terhadap agama meliputi berimn kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya, beribadah kepada Allah. Taat kepada Rosul serta meniru segala tingkah lakunya.
Prinsip akhlak dalam Islam yang paling menonjol adalah bahwa manusia dalam melakukan tindakan-tindakannya, ia mempunyai kehendak-kehendak dan tidka melakukan sesuatu. Ia harus bertanggung jawab atas semua dilakukannya dan harus menjaga perintah dan larangan akhlak. Tanggung jawab itu merupakan tanggung jawab pribadi muslim, begitupun dalam kehidupan sehari-hari harus selalu menampakkan sikap perbuatan berakhlak. Akan tetapi akhlak bukalah semata-mata hanya perbuatan akan tetapi lebih kepada gambaran jiwa yang tersembunyi.
1. Akhlak terhadap diri sendiri meliputi kewajiban terhadap dirinya disertai dengan larangan merusak, membinasakan dan menganiyaya diri baik secara jasmani (memotong dan merusak badan), maupun secara rohani (membirkan larut dalam kesedihan).
2. Akhlak dalam keluarga meliputi segala sikap dan perilaku dalam keluarga, contohnya berbakti pada orang tua, menghormati orang tua dan tidak berkata-kata yang menyakitkan mereka.
3. Akhlak dalam masyarakat meliputi sikap kita dalam menjalani kehidupan soaial, menolong sesama, menciptakan masyarakat yang adil yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadist.
4. Akhlak dalam bernegara meliputi kepatuhan terhadap Ulil Amri selama tidak bermaksiat kepada agama, ikut serta dalam membangun Negara dalam bentuk lisan maupun fikiran.
5. Akhlak terhadap agama meliputi berimn kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya, beribadah kepada Allah. Taat kepada Rosul serta meniru segala tingkah lakunya.
Prinsip akhlak dalam Islam yang paling menonjol adalah bahwa manusia dalam melakukan tindakan-tindakannya, ia mempunyai kehendak-kehendak dan tidka melakukan sesuatu. Ia harus bertanggung jawab atas semua dilakukannya dan harus menjaga perintah dan larangan akhlak. Tanggung jawab itu merupakan tanggung jawab pribadi muslim, begitupun dalam kehidupan sehari-hari harus selalu menampakkan sikap perbuatan berakhlak. Akan tetapi akhlak bukalah semata-mata hanya perbuatan akan tetapi lebih kepada gambaran jiwa yang tersembunyi.
E. Pengertian moral dan
etika
Dari segi etimologi(ilmu
asal usul kata),etika ber asal dari bahasa yunani,ethos yang berarti watak
kesusilaan atau adat.Dalam kamus bahasa Indonesia,etika diartikan ilmu
pengetahuan tentang azaz-azaz akhla(moral).Arti moral di dalam kamus umum
bahasa Indonesia di katakana bahwa moral adalah penentuan baik buruk terhadap
perbuatan dan kekuatan,selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatau
istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari
sifat,kehendak,perbutan yang secara layak dapat di katakana benar atau
salah,baik atau buruk.
F. Persamaan dan perbedaan
akhlak,etika dan moral
Keterkaitan
antara akhlak dengan etika, moral ini
bisa kita lihat dari segi fungsi dan perannya, yakni sama-sama menentukan hukum
atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia untuk ditentukan
baik dan buruknya, benar dan salahnya sehingga dengan ini akan tercipta manusia yang baik, teratur.
Dari uraian
diatas,dapat dikatakan bahwa antara akhlak dengan etika,moral mempunyai kaitan
yang samgat erat,dimana dalam agama islampun sangat di anjurkan untuk berakhlak
yang mulia seperti hal yang telah nabi Muhammad S.A.W telah ajarkan kepada para
sahabatnya.
II.
Penutup
a.
Kesimpulan
Sebagai umat muslim yang beriman haruslah
beriman kepada Allah S.W.T dan mengetahui segala apa yang di peritah dan di
larangnya karna itulah jalan satu-satunya menuju pintu surga,dan selalu mencotoh
budi perkerti dari apa yang telah Nabi Muhammad S.A.W lakukan terutama
akhlakulkarimanya yang telah di percontohkan kepada para
sahabat-sahabatnya,sehiga islam menjadi agama yang rahmatan lil’alamin.
0 Comments